Hampir setiap orang mengenal Pulau Bali yang merupakan tujuan wisata Dunia. Sebagian besar wisatawan yang pernah datang ke Bali mengatakan keindahan Pulau Bali diibaratkan seperti surga dengan sebutan "Bali Is The Last Paradise". Setiap hari ribuan wisatawan memadati hampir semua obyek wisata di Bali. Untuk mendukung parawisata di Bali, makan banyak fasilitas wisata disediakan di Bali. Salah satu yang tidak bisa ditinggalkan saat berlibur adalah membeli oleh - oleh khas daerah. Bali sebagai tujuan wisatanya banyak terdapat toko yang menjual oleh - oleh khas Bali. Yang bisa dijadikan oleh - oleh saat liburan di Bali adalah Batik. Diluar Bali memang ada Batik tapi beda dengan batik yang ada di Bali. Kualitas dari batik yang dihasilkan sangat diutamakan, sehingga dapat
memenuhi selera pasar dan mendapat respon yang sangat positif dari
konsumen. Batik Galuh yang lokasinya di Br Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. telah mendapat ijin usaha dari Departemen
Perdagangan pada tahun 1986 dan sudah terdaftar sebagai wajib pajak.
Daerah pemasaran dari Batik Galuh tidak hanya di Bali saja. Melainkan
ke luar daerah dan ke mancanegara. Untuk pemasaran lokal meliputi
daerah Nusa Dua dan Kuta.
Ke luar kota meliputi wilayah Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang dan
kota-kota besar lainnya di Indonesia. Di pasar internasional juga
terkenal, seperti Amerika, Eropa, Inggris, Malaysia, dan Jepang.
Hampir setiap hari, pusat kerajinan Batik Galuh ramai dikunjungi
wisatawan lokal maupun mancanegara, karena jenis kerajinan batik yang
disediakan beraneka ragam. Mulai dari kemeja batik pria, kemeja wanita,
sandal bermotif batik, aneka tas batik, souvenir, dan juga kerajinan
dari kayu serta patung bermotif Batik Galuh. Pengunjung juga dapat
berfoto-foto dengan latar belakang batik galuh.
Bagi wisatawan pecinta batik, tentunya akan puas memilih koleksi yang
disediakan, serta didukung oleh para pelayan yang ramah dan
professional. Areal parkir yang disediakan cukup luas dan tidak akan
mengganggu lalu lintas jalan raya jika Batik Galuh ramai dikunjungi
wisatawan. Tempat ini juga satu jalur dengan pusat kerajinan emas dan
perak di Deca Celuk, dan pusat oleh-oleh khas Bali yaitu pasar Sukawati, Gianyar Bali.
Jika anda ingin berkunjung ke ke tempat wisata ini anda dapat menggunakan jasa Bali sewa mobil
kami, yang kami sediakan untuk anda, baik penyewaan mobil dengan supir
atau tanpa supir. Kami menyedikan Bali rent car dengan harga murah dan sewa mobil mewah di Bali. Selain pelayanan sewa mobil Bali, kami juga menyediakan jasa Bali tour murah, yang salah satu dari jadwal paket liburan adalah mengunjungi batik Galuh.
Jika anda memerlukan petunjuk arah untuk menuju lokasi batik Galuh,
anda dapat menggunakan peta di bawah dengan cara mengklik link di bawah
peta yang bertuliskan “Lihat Peta Lebih Besar”.
Pertenunan Batik Galuh berdiri pertama kali pada tahun 1976 oleh Bapak
Pande Ketut Krisna. Dibantu saudara-saudaranya, pertenunan batik ini
dikerjakan dengan alat tenun bukan mesin, pada awal berdirinya sebanyak 5
buah alat tenun. Namun seiring dengan perkembangan produksi batik, kini
alat tersebut sudah bertambah menjadi 32 buah.
Jadi, kalau anda sedang menikmati wisata di Bali bersama pasangan, keluarga maupun sahabat dekat, jangan lupa untuk mampir di Desa Batubulan untuk membeli batik khas Bali yang bisa dijadikan oleh - oleh dan kenang - kenangan setelah sampai di kota asal.
Selamat Berkunjung!
Jumat, 01 Februari 2013
Selasa, 08 Januari 2013
Oleh - Oleh Topeng Khas Bali
Bali terkenal bukan hanya karena keindahan alamnya saja. Karena di luar negeri banyak terdapat tempat indah yang bisa menyaingi keindahan alam di Bali tetapi yang membuat wisata Bali terkenal hingga manca negara sehingga di Bali dijuluki "The Last Paradise" oleh turist asing itu karena seni yang diciptakan oleh masyarakat Bali sangat luar biasa serta keramahtamahan masyarakat Bali dalam menerima kedatangan para wisatawan. Berbicara seni di Bali hampir tidak bisa dihitung karena terlalu banyak. Dan salah satu karya seni yang yang bisa dibawa pulang ke kampung halaman untuk dijadikan oleh - oleh adalah karya seni topeng. Banyak jenis topeng yang ada di pasaran yang bisa dibeli oleh para wisatawan yang datang ke Bali.
Topeng-topeng karya Kakek I Wayan Tangguh banyak diminati kolektor karena terkenal sangat khas. Kake Wayang tidak tiba-tiba terkenal sebagai ahli seni topeng Bali .
Ia bekerja telah bekerja keras menekunni dunia topeng Bali dalam waktu yang cukup lama. Sebelum menjadi seniman, Kakek wayan berguru pada Tjokorda Oka Tublan, seniman hebat dari bangsawan Bali.
Ketika pengalaman belajar sudah cukup, baru kakek Wayan belajar membuat topeng sendiri yang dimulai pada tahun 1947.
Selain mengukir topeng, Kakek wayang juga membuat berbagai ukiran dan hiasan, termasuk barong.
Karya Kakek Wayan menjadi populer karena berkualitas bagus. Untuk pesanan khusus, Kakek Wayan tidak mau menggunakan kayu sembarangan.
Ia memilih kayu dari pohon pule. Kayu ini banyak digunakan untuk membuat topeng untuk upacara-upacara adat Bali.
Kakek Wayan juga ahli mengolah bahan pewarna alam khas Bali.
Bahan alami yang digunakan misalnya, kincu untuk warna merah tua, tulang untuk warna putih, atal untuk warna kuning, muruh leked untuk warna biru, pere dan deluga untuk warna cokelat.
Pewarna alami ini disebut juga warna Bali dan bisa membuat lebih terlihat indah.
Namun, pewarna ini semakin langka karena itu Kakek wayan menggunakan bahan pewarna buatan pabrik untuk topeng-topeng biasa.
Kakek Wayan adalah seniman yang memiliki peran besar dalam melestarikan seni tradisional Bali. Ia banyak mendapat penghargaan dari pemerintah.
Tak heran karyanya pun dinilai dengan harga yang tinggi.
Wisatawan Afrika semakin banyak datang berlibur ke Pulau Dewata dan mereka tentu sempat menyaksikan seni budaya masyarakat setempat sehingga tertarik membuat bangunan yang tidak jauh beda dengan yang ada di Bali.
Patung hasil karya seniman Bali semakin menyebar ke pasaran macanegara, terutama ke AS, Eropa, dan Asia lainnya sehingga pengapalannya bertambah terus termasuk perolehan devisanya.
Pematung Bali kreatif berkreasi membuat benda seni dalam memenuhi permintaan konsumen luar negeri seperti patung Budha dari batu padas dibuat oleh pengrajin di Desa Silakarang 15 Km timur laut Denpasar.
Pesanan berbagai jenis patung dan topeng dari batu padas semakin sebanyak dari mitra kerjanya di luar negeri dan perajin mampu memenuhinya tepat waktu dan jumlah sehingga perolehan devisa bertambah banyak.
Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di tempat terpisah membenarkan perdagangan luar negeri khususnya aneka jenis ukiran dan patung batu padas meningkat terus.
Nilai ekspor khusus kerajinan batu padas Bali mengalami kenaikan 40 persen menjadi seharga 14,3 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2010 jika dibandingkan periode sama 2009 hanya 10,2 juta dolar.
Kesenian yang ada di Bali, baik itu seni tari, seni lukis, seni patung, seni topeng maupun karya seni yang lainnya yang mampu menarik wisatawan manca negara untuk mengunjungi Bali. Jadi, kita sedang berkunjung ke Bali jangan lupa mengunjungi pusat seni yaitu Gianyar. anda akan banyak menemukan banyak kesenian terutama patung - patung di sepanjang jalan yang termasuk kabupaten Gianyar Bali
Selamat Berkunjung!
Topeng-topeng karya Kakek I Wayan Tangguh banyak diminati kolektor karena terkenal sangat khas. Kake Wayang tidak tiba-tiba terkenal sebagai ahli seni topeng Bali .
Ia bekerja telah bekerja keras menekunni dunia topeng Bali dalam waktu yang cukup lama. Sebelum menjadi seniman, Kakek wayan berguru pada Tjokorda Oka Tublan, seniman hebat dari bangsawan Bali.
Ketika pengalaman belajar sudah cukup, baru kakek Wayan belajar membuat topeng sendiri yang dimulai pada tahun 1947.
Selain mengukir topeng, Kakek wayang juga membuat berbagai ukiran dan hiasan, termasuk barong.
Karya Kakek Wayan menjadi populer karena berkualitas bagus. Untuk pesanan khusus, Kakek Wayan tidak mau menggunakan kayu sembarangan.
Ia memilih kayu dari pohon pule. Kayu ini banyak digunakan untuk membuat topeng untuk upacara-upacara adat Bali.
Ini dia, salah satu topeng buatan Kakek Wayan.
Bahan alami yang digunakan misalnya, kincu untuk warna merah tua, tulang untuk warna putih, atal untuk warna kuning, muruh leked untuk warna biru, pere dan deluga untuk warna cokelat.
Pewarna alami ini disebut juga warna Bali dan bisa membuat lebih terlihat indah.
Namun, pewarna ini semakin langka karena itu Kakek wayan menggunakan bahan pewarna buatan pabrik untuk topeng-topeng biasa.
Kakek Wayan adalah seniman yang memiliki peran besar dalam melestarikan seni tradisional Bali. Ia banyak mendapat penghargaan dari pemerintah.
Tak heran karyanya pun dinilai dengan harga yang tinggi.
Wisatawan Afrika semakin banyak datang berlibur ke Pulau Dewata dan mereka tentu sempat menyaksikan seni budaya masyarakat setempat sehingga tertarik membuat bangunan yang tidak jauh beda dengan yang ada di Bali.
Patung hasil karya seniman Bali semakin menyebar ke pasaran macanegara, terutama ke AS, Eropa, dan Asia lainnya sehingga pengapalannya bertambah terus termasuk perolehan devisanya.
Pematung Bali kreatif berkreasi membuat benda seni dalam memenuhi permintaan konsumen luar negeri seperti patung Budha dari batu padas dibuat oleh pengrajin di Desa Silakarang 15 Km timur laut Denpasar.
Pesanan berbagai jenis patung dan topeng dari batu padas semakin sebanyak dari mitra kerjanya di luar negeri dan perajin mampu memenuhinya tepat waktu dan jumlah sehingga perolehan devisa bertambah banyak.
Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di tempat terpisah membenarkan perdagangan luar negeri khususnya aneka jenis ukiran dan patung batu padas meningkat terus.
Nilai ekspor khusus kerajinan batu padas Bali mengalami kenaikan 40 persen menjadi seharga 14,3 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2010 jika dibandingkan periode sama 2009 hanya 10,2 juta dolar.
Kesenian yang ada di Bali, baik itu seni tari, seni lukis, seni patung, seni topeng maupun karya seni yang lainnya yang mampu menarik wisatawan manca negara untuk mengunjungi Bali. Jadi, kita sedang berkunjung ke Bali jangan lupa mengunjungi pusat seni yaitu Gianyar. anda akan banyak menemukan banyak kesenian terutama patung - patung di sepanjang jalan yang termasuk kabupaten Gianyar Bali
Selamat Berkunjung!
Kamis, 03 Januari 2013
Oleh - Oleh Patung Khas Bali di Desa Mas
Membahas pulau Bali, seakan tak pernah habis mengenai tempat wisata di Bali. Salah satu tempat wisata yang favorit di Bali adalah Kawasan Ubud. Bagi wisatawan yang menyukai suasana pedesaan yang masih sangat alami berwisata ke Ubud bisa menjadi salah satu rekomendasi selama menikmati liburan di Bali. Salah satu Desa yang termasuk dalam Kecamatan Ubud adalah Desa Mas yang merupakan
salah satu obyek wisata di Bali, desa ini sudah terkenal sejak jaman
dahulu sampai sekarang, karena kesenian, seni ukir patung kayu,
keterkenalan ini tak lepas dari kebesaran nama beberapa maistro yang
lahir, dibesarkan, menemukan jatidiri dan memiliki bakat dalam berkarya
seni ukir patung kayu.
Letaknya sangat strategis, yaitu pada jalur pariwisata, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Berjarak kira – kira 20 km dari arahDenpasar. Di sepanjang jalan Desa Mas telah berkembang art shop-art shop yang berfungsi sebagai pemasaran produksi patung dan bahkan menampung tenaga kerja sebagai pemahat, pematung dan pengukir. Desa ini memiliki ciri khas dalam seni ukir patung kayu yang mengedepankan sinergi ciri humanisme dan naturalisme.
Desa Mas ini sejatinya sudah terkenal sejak jaman dulu sampai saat ini karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, semisal kesenian dan seni ukir kayu. Beragam karya seni, khususnya patung yang telah dihasilkan para perajin di desa ini dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang mulai dari patung arca yang biasanya difungsikan untuk berbagai acara ritual dan persembahan masyarakat Hindu Bali, patung yang menjadi simbol sosial-kemasyarakatan warga Bali, serta patung yang merupakan hasil karya mengenai imajinasi yang cenderung abstrak serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.
Sejarah desa Mas berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit berkunjung ke Bali karena kehendaknya yang ingin mempertahankan agama Hindu setelah terdesak oleh Islam di Jawa. Pedanda Sakti Bawu Rauh merupakan nama sang Brahmana tersebut, yang selama di desa Mas banyak memberikan wejangan dan pelajaran di berbagai bidang semisal agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang bernama Mas Wilis.
Setelah semua ilmu dianggap berhasil dikuasai Mas Wilis, kemudian Pedanda Sakti Bawu Rauh mengadakan pendiksaan dan memberikan gelar Pangeran Manik Mas. Kemudian Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan berbagai macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Pedanda Sakti Bawu Rauh. Demikian pula dengan Pedanda Sakti yang kemudian menancapkan tongkat tinggi (pohon tangi) yang konon masih hidup sampai saat ini untuk memperingati kejadian tersebut. Pohon tersebut terletak di Pura Taman Pule Mas. Dan mulai saat itulah daerah tersebut diberi nama Desa Mas oleh beliau.
Selain terkenal dengan aneka macam kerajinannya, Desa Mas juga terletak dilokasi yang sangat strategis sehingga tak mengherankan jika desa ini seringkali dijadikan tujuan wisata di daerah Gianyar. Maka lengkap sudah desa Mas sebagai surga wisata kerajinan khas masyarakat sekitar, keindahan alam, serta kental dengan nilai sejarahnya.
Mas setiap hari dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk melihat dan membeli hasil industri kerajinan masyarakat Desa Mas.
Jadi, bagi wisatawan yang menyukai kesenian yang ada di Bali khususnya seni Patung, wajib berkunjung ke Desa Mas untuk melihat patung hasil karya seniman Bali maupun membeli patung - patung tersebut untuk dibawa ke kampung halaman sebagai oleh - oleh dari Bali. Jangan pernah dilewatkan untuk berkunjung ke Ubud ya!
Selamat Berkunjung!
Letaknya sangat strategis, yaitu pada jalur pariwisata, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Berjarak kira – kira 20 km dari arahDenpasar. Di sepanjang jalan Desa Mas telah berkembang art shop-art shop yang berfungsi sebagai pemasaran produksi patung dan bahkan menampung tenaga kerja sebagai pemahat, pematung dan pengukir. Desa ini memiliki ciri khas dalam seni ukir patung kayu yang mengedepankan sinergi ciri humanisme dan naturalisme.
Desa Mas ini sejatinya sudah terkenal sejak jaman dulu sampai saat ini karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, semisal kesenian dan seni ukir kayu. Beragam karya seni, khususnya patung yang telah dihasilkan para perajin di desa ini dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang mulai dari patung arca yang biasanya difungsikan untuk berbagai acara ritual dan persembahan masyarakat Hindu Bali, patung yang menjadi simbol sosial-kemasyarakatan warga Bali, serta patung yang merupakan hasil karya mengenai imajinasi yang cenderung abstrak serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.
Sejarah desa Mas berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit berkunjung ke Bali karena kehendaknya yang ingin mempertahankan agama Hindu setelah terdesak oleh Islam di Jawa. Pedanda Sakti Bawu Rauh merupakan nama sang Brahmana tersebut, yang selama di desa Mas banyak memberikan wejangan dan pelajaran di berbagai bidang semisal agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang bernama Mas Wilis.
Setelah semua ilmu dianggap berhasil dikuasai Mas Wilis, kemudian Pedanda Sakti Bawu Rauh mengadakan pendiksaan dan memberikan gelar Pangeran Manik Mas. Kemudian Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan berbagai macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Pedanda Sakti Bawu Rauh. Demikian pula dengan Pedanda Sakti yang kemudian menancapkan tongkat tinggi (pohon tangi) yang konon masih hidup sampai saat ini untuk memperingati kejadian tersebut. Pohon tersebut terletak di Pura Taman Pule Mas. Dan mulai saat itulah daerah tersebut diberi nama Desa Mas oleh beliau.
Selain terkenal dengan aneka macam kerajinannya, Desa Mas juga terletak dilokasi yang sangat strategis sehingga tak mengherankan jika desa ini seringkali dijadikan tujuan wisata di daerah Gianyar. Maka lengkap sudah desa Mas sebagai surga wisata kerajinan khas masyarakat sekitar, keindahan alam, serta kental dengan nilai sejarahnya.
Mas setiap hari dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk melihat dan membeli hasil industri kerajinan masyarakat Desa Mas.
Jadi, bagi wisatawan yang menyukai kesenian yang ada di Bali khususnya seni Patung, wajib berkunjung ke Desa Mas untuk melihat patung hasil karya seniman Bali maupun membeli patung - patung tersebut untuk dibawa ke kampung halaman sebagai oleh - oleh dari Bali. Jangan pernah dilewatkan untuk berkunjung ke Ubud ya!
Selamat Berkunjung!
Senin, 24 Desember 2012
Berbelanja Oleh - Oleh Khas Bali di Rama Shinta
Keindahan alam di Bali yang masih tergolong sangat alami mampu mengundang jutaan wisatawan setiap harinya untuk menikmati wisata di Bali. Keindahan alam yang sangat memukau ditambah lagi dengan fasilitas wisata pendukung yang sangat lengkap mebuat wisatawan betah menikmati liburan di Bali. Tidak hanya itu, masyarakat Bali adalah masyarakat yang memegang teguh kebudayaan
daerahnya. Kemampuannya melestarikan Budaya menjadi kekuatan yang
senantiasa menarik Wisatawan untuk berkunjung. Baik itu wisatawan lokal
maupun mancanegara.
Salah satu bentuk kepedualian Masyarakat Bali terhadap budayanya ditunjukkan dengan berbagai bentuk kerajinan yang mereka ciptakan. Selalu ada kesan etnik dalam setiap produk yang dihasilkan. Ada Lukisan dengan berbagai motif dan media, Kerajinan Kayu, Kerajinan Mutiara, dan Lain Sebagainya.
Begitu banyak toko - toko di Bali yang menyediakan dan menjual kerajinan khas Bali yang bisa dijadikan oleh - oleh Para wisatawan dan salah satunya adalah Rama Shinta. Jadi jika anda berkunjung ke Bali tidak susah menemukan tempat untuk membeli oleh - oleh Khas Bali karena sudah banyak tersebar outlet - outlet yang menjual oleh - oleh khas Bali.
Selamat Berkunjung!
Salah satu bentuk kepedualian Masyarakat Bali terhadap budayanya ditunjukkan dengan berbagai bentuk kerajinan yang mereka ciptakan. Selalu ada kesan etnik dalam setiap produk yang dihasilkan. Ada Lukisan dengan berbagai motif dan media, Kerajinan Kayu, Kerajinan Mutiara, dan Lain Sebagainya.
Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta ini didirikan pada 29 Desember 2011 oleh H. Anang Eko Cahyono. Lokasinya
berada di Jl Mahendradatta No. 9A Denpasar Bali. Tidak jauh dari
terminal Ubung Denpasar. Berada dalam kota. Berikut ini informasinya.
Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta ini didirikan bukan hanya semata-mata bisnis, melainkan didasarkan
untuk memudahkan wisatawan relegi ke Pulau Bali dalam rangka membeli
oleh-oleh dengan harga terjangkau. Bahkan dijamin kehalalannya.
Mengingat selama ini umat Islam yang sedang wisata ke Pulau Bali
mengalami kesulitan untuk mendapatkan oleh-oleh yang halal untuk
dimakan. Mengingat jumlah toko yang menjual oleh-oleh yang Islami
jumlahnya masih sedikit.
Selain
itu, dengan berdirinya Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama
Shinta, paling tidak nantinya akan memberikan keringanan kepada para
peziarah yang datang dari Pulau Bali. Karena oleh-oleh yang disediakan
terjangkau oleh kemampuan keuangan para peziarah. Sebab oleh-oleh yang
dijual tidak terlalu mahal.
“Ya, memang kami
menyediakan oleh-oleh dan kerajinan yang bisa dibawa pulang kerumah
setelah melakukan wisata religi. Oleh-olehnya dan kerajinan bukan hanya
dari khas Bali juga berasal dari seluruh Nusantara,”ujar Erny Mardiana
Operator Manager Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Rama Sinta Denpasar Bali.
Adapun
oleh-oleh tersebut, berupa terasi, baju batik, makanan ringan berupa
kacang super asin yang bebas kolesterol. Di mana kacang tersebut, cocok
untuk anak remaja putrid yang
ingin aura wajahnya bersinar dan cocok dengan ibu yang sedang menyusui.
Karena digoreng tidak menggunakan minyak, melainkan dengan pasir laut.
Begitu banyak toko - toko di Bali yang menyediakan dan menjual kerajinan khas Bali yang bisa dijadikan oleh - oleh Para wisatawan dan salah satunya adalah Rama Shinta. Jadi jika anda berkunjung ke Bali tidak susah menemukan tempat untuk membeli oleh - oleh Khas Bali karena sudah banyak tersebar outlet - outlet yang menjual oleh - oleh khas Bali.
Selamat Berkunjung!
Selasa, 18 Desember 2012
Belanja Oleh - oleh Khas Bali di Cening Ayu
Mempunyai hobby jalan - jalan tentunya tidak akan melewatkan untuk berlibur ke Pulau Seribu Pura. Pulau Bali ini sejak dulu hingga sekarang masih ramai dikunjungi oleh Para Wisatawan baik itu wisatawan asing maupun domestic. Mereka yang berkunjung ke Bali tidak hanya untuk keperluan untuk berlibur namun ada juga untuk berbisnis.
Sebagai lokasi wisata terkenal sampai ke mancanegara, tentunya Bali juga menyediakan oleh-oleh khas Bali yang bisa dibawa pulang oleh para pengunjungnya. Keragaman dan kekayaan adat-istiadat, budaya, tradisi, tak jarang menjadi sepercik ide bagi para pengrajin di Bali untuk kemudian mencipatakan benda-benda kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Sungguh segala apapun yang tersangkut dengan Bali bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan!
Cening Ayu merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk yang selama ini menjadi ciri khas Bali. Berbagai oleh-oleh bisa pengunjung dapatkan mulai dari cemilan, baju kaos, batik, kerudung. Adapun yang menjadi keunikan dan pembeda Cening Ayu dengan tempat penjualan oleh-oleh Bali lainnya yakni disini barang-barang yang dijual lebih fokus kepada kaos lukis yang secara konvensional kaos-kaos itu dilukis oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Bali.
Selain kaos terdapat kerudung yang dilukis juga. Bagi pengunjung datang ke tempat ini bisa menyaksikan secara langsung para seniman lukis tersebut melukis baju kaos dan kerudung, tinggal di siapkan motif apa yang senangi bagi yang ingin memesan. Jadi, Anda bisa dengan leluasa ikut terlibat dalam menunjang ide lukisan kaos yang ingin Anda miliki tersebut.
Cening Ayu didirikan oleh Nyoman Tilem Sumandra pada tahun 2008, untuk lebih berkesan dan mempunyai ciri khas tersendiri anaknya yang bernama Manik membuat terobosan dengan cara melukis di media baju kaos yang bisa dipesan dan disaksikan langsung cara pengerjaannya. Adapau fasilitas yang terdapat di Cening Ayu ini antara lain: tempat makan yang berada di lantai 2, toilet serta area parkir yang cukup luas.
Begitu lengkap fasilitas wisata yang tersedia di Pulau Bali dan Toko yang menjual oleh - oleh khas Bali sebagai pelengkap wisata Bali juga banyak tersebar di Bali salah satunya adalah Cening Ayu yang menjual berbagai oleh - oleh berupa pakain khas Bali. Jadi jangan pernah lewatkan untuk mengunjungi Outlet - outlet yang menjual khas Bali agar liburan anda menjadi berkesan dengan suatu kenang-kenangan khas Bali.
Selamat Berbelanja!
Sebagai lokasi wisata terkenal sampai ke mancanegara, tentunya Bali juga menyediakan oleh-oleh khas Bali yang bisa dibawa pulang oleh para pengunjungnya. Keragaman dan kekayaan adat-istiadat, budaya, tradisi, tak jarang menjadi sepercik ide bagi para pengrajin di Bali untuk kemudian mencipatakan benda-benda kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Sungguh segala apapun yang tersangkut dengan Bali bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan!
Cening Ayu merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk yang selama ini menjadi ciri khas Bali. Berbagai oleh-oleh bisa pengunjung dapatkan mulai dari cemilan, baju kaos, batik, kerudung. Adapun yang menjadi keunikan dan pembeda Cening Ayu dengan tempat penjualan oleh-oleh Bali lainnya yakni disini barang-barang yang dijual lebih fokus kepada kaos lukis yang secara konvensional kaos-kaos itu dilukis oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Bali.
Selain kaos terdapat kerudung yang dilukis juga. Bagi pengunjung datang ke tempat ini bisa menyaksikan secara langsung para seniman lukis tersebut melukis baju kaos dan kerudung, tinggal di siapkan motif apa yang senangi bagi yang ingin memesan. Jadi, Anda bisa dengan leluasa ikut terlibat dalam menunjang ide lukisan kaos yang ingin Anda miliki tersebut.
Cening Ayu didirikan oleh Nyoman Tilem Sumandra pada tahun 2008, untuk lebih berkesan dan mempunyai ciri khas tersendiri anaknya yang bernama Manik membuat terobosan dengan cara melukis di media baju kaos yang bisa dipesan dan disaksikan langsung cara pengerjaannya. Adapau fasilitas yang terdapat di Cening Ayu ini antara lain: tempat makan yang berada di lantai 2, toilet serta area parkir yang cukup luas.
Begitu lengkap fasilitas wisata yang tersedia di Pulau Bali dan Toko yang menjual oleh - oleh khas Bali sebagai pelengkap wisata Bali juga banyak tersebar di Bali salah satunya adalah Cening Ayu yang menjual berbagai oleh - oleh berupa pakain khas Bali. Jadi jangan pernah lewatkan untuk mengunjungi Outlet - outlet yang menjual khas Bali agar liburan anda menjadi berkesan dengan suatu kenang-kenangan khas Bali.
Selamat Berbelanja!
Langganan:
Postingan (Atom)