Selasa, 20 Agustus 2013

Berbelanja Oleh-Oleh Khas Bali di Pasar Kumbasari


Bali adalah tujuan utama para wisatawan untuk mengisi liburan mereka,wisata di bali seakan akan tidak pernah ada habisnya jika di perbicarakan. Oleh sebab itu banyak wisatawan yang mengunjungi bali sebagai tempat liburan mereka.berlibur ke bali akan terasa kurang lengkap jika tidak membeli oleh oleh,di bali banayk tempat tempat yang menjual oleh oleh khas bali salah satunya yaitu di pasar kumbasari

Pasar Kumbasari terletak di jalan Gajah Mada sebelah barat kota Denpasar, pasar ini adalah rangkaian pasar Inpres yang berdampingan dengan kompleks Pasar Badung yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, berjarak kira kira 13 km dan 45 menit bila menggunakan kendaraan bermotor dari Bandara Ngurah Rai. 
Pasar Kumbasari ini buka 24 jam, di pagi hari pasar ini gunakan sebagai pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok namun disiang hari dan di malam hari pasar ini berganti nuansa, saat disiang hari pasar ini berubah menjadi pasar yang menjual cindramata dan aneka kerajinan tangan seperti; perak,batik bali,lukisan.aksesoris dan pernak pernik khas bali,tenun ikat bali, Selain itu dipasar ini juga tersedia Keperluan untuk upacara adat ke agamaan seperti tempat dupa, garu, dll.

Selain itu dipasar ini juga tersedia Keperluan untuk upacara adat ke agamaan seperti tempat dupa, garu, dll.Pasar ini terdiri dari 2 lantai, untuk bahan kebutuhan sehari hari bisa di dapatkan di lantai dasar, sedangkan pada lantai  atas terdapat art shop-art shop yang menjual berbagai aneka cindramata dan kerajinan tangan khas Bali. Harga jual di Pasar Kumbasari ini jauh lebih murah dibandingkan bila membeli ditempat lain, kunci nya, harus berani tawar menawar dan jangan takut untuk melakukan itu, bila anda seorang penawar yang ulung, anda bisa mendapatkan banyak barang dengan harga yang murah.Pasar Kumbasari  berdiri diatas lahan 6.230 m2 serta dibuat dengan gaya arsitektur khas Bali. Bangunan yang terdiri atas 4 lantai ini menampung banyak pedagang, terbagi atas 295 kios, 1363 los, 495 berjualan di pelataran serta 7 kios yang dibangun oleh pedagang sendiri di atas tanah kosong dalam kawasan pasar.

Pasar Tradisional Badung dibuat pada tahun 1977 namun sempat terbakar pada tahun 2000 yang kemudian dibangun kembali pada tahun 2001. Menurut sejarah konon tukad Badung menjadi lintasan bagi pasukan ekspedisi Belanda yang bergerak menuju Pemecutan dari Denpasar pada peristiwa Puputan Badung tanggal 20 September 1906.Tidak hanya masyarakat lokal Bali yang datang kesini, namun terkadang juga banyak turis manca negara datang mencari dan membeli pernak-pernik murah khas Bali. Kalau dibandingkan harga barang di kuta atau Legian, harga  barang-barang seni di Pasar Kumbasari ini yang jauh lebih murah.Pada malam harinya di kawasan Pasar Kumbasari ini berubah menjadi pasar malam atau pasar senggol yang menawarkan beraneka jajan pasar yang murah dan meriah. Untuk area parkir berada di depan Pasar Kumbasari ini.

Jika anda ingin membeli oleh oleh khas bali anda bisa mengunjungi pasar kumbasari,anda juga bisa mengikuti paket wisata bali kami.


Jumat, 16 Agustus 2013

Berburu Oleh-Oleh Khas Bali di Pasar Sukawati


Berlibur ke bali akan terasa belum lengkap jika tidak membeli oleh oleh khas bali sebagi kenang-kenangan,Ada banyak macam oleh-oleh khas bali yang menarik minat wisatawan. Salah satu tempat yang sangat menarik para wisatawan untuk membeli oleh-oleh khas bali yaitu di pasar sukawati

Pasar Sukawati adalah pasar Seni yang sangat terkenal sampai ke penjuru dunia. Pasar seni Sukawati terdapat di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar. Jarak dari airport Denpasar sekitar tiga puluh kilometer, yang dapat anda tempuh dengan mobil selama 45 menit.Pasar seni Sukawati sangat terkenal karena menjual pakaian dan kerajinan traditional khas Bali dengan harga yang sangat murah. Pakaian seperti Batik yang berciri khas Batik ornamen Bali. Selain itu juga banyak dijual pakaian baik celanan maupun baju, yang dapat anda gunakan di pantai dan harganya pun sangat murah dibandingkan dengan tempat lain. Jadi anda dapat membeli oleh-oleh khas Bali, yang dapat anda berikan kepada teman dan keluarga anda, tanpa banyak menghabiskan biaya liburan.

Semua harga yang ditawarkan disini, dapat anda tawar. Jadi pintar-pintarlah untuk menawar. Sebagai bayangan untuk anda, harga pas di pasar ini adalah sepertiga dari harga yang ditawarkan oleh penjual. Jika anda ingin sukses menawar harga, maka sebaiknya anda datang di pagi hari pada saat baru buka. Karena kepercayaan orang Bali jika pada saat baru buka dagangan langsung dapat jualan, maka akan memperlaris barang dagangan mereka. Jadi jika anda mampu datang ke pasar seni Sukawati pada pukul 10:00 wita (waktu lokal), alangkah baiknya anda mencoba menawar lebih murah.

Selain pakaian dan Batik, di pasar traditional ini juga terdapat lukisan yang dapat anda beli, aliran lukisan yang dijual seperti naturalis dan abstrak. Harga yang ditawarkan juga beranekaragam dan biasanya di pasar ini, harga ditentukan oleh ukuran lukisan. Anda juga dapat membeli lukisan dengan bingkai atau tanpa bingkai. Sebaiknya tanpa bingkai, karena bingkai lukisan akan menambah berat barang bawaan anda, apalagi jika anda menggunakan pesawat terbang.


Begitu banyak tempat tempat yang menyediakan oleh oleh khas bali yang bisa di jadikan oleh oleh para wisatawan salah satunya di pasar sukawati ini,jika anda ingin berkunjung ke pasar sukawati anda bisa mengikuti paket wisata bali kami.

Jumat, 01 Februari 2013

Batik Galuh Oleh - Oleh Khas Bali

Hampir setiap orang mengenal Pulau Bali yang merupakan tujuan wisata Dunia. Sebagian besar wisatawan yang pernah datang ke Bali mengatakan keindahan Pulau Bali diibaratkan seperti surga dengan sebutan "Bali Is The Last Paradise". Setiap hari ribuan wisatawan memadati hampir semua obyek wisata di Bali. Untuk mendukung parawisata di Bali, makan banyak fasilitas wisata disediakan di Bali. Salah satu yang tidak bisa ditinggalkan saat berlibur adalah membeli oleh - oleh khas daerah. Bali sebagai tujuan wisatanya banyak terdapat toko yang menjual oleh - oleh khas Bali. Yang bisa dijadikan oleh - oleh saat liburan di Bali adalah Batik. Diluar Bali memang ada Batik tapi beda dengan batik yang ada di Bali. Kualitas dari batik yang dihasilkan sangat diutamakan, sehingga dapat memenuhi selera pasar dan mendapat respon yang sangat positif dari konsumen. Batik Galuh yang lokasinya di Br Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. telah mendapat ijin usaha dari Departemen Perdagangan pada tahun 1986 dan sudah terdaftar sebagai wajib pajak.
Daerah pemasaran dari Batik Galuh tidak hanya di Bali saja. Melainkan ke luar daerah dan ke mancanegara. Untuk pemasaran lokal meliputi daerah Nusa Dua dan Kuta. Ke luar kota meliputi wilayah Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Di pasar internasional juga terkenal, seperti Amerika, Eropa, Inggris, Malaysia, dan Jepang.
Hampir setiap hari, pusat kerajinan Batik Galuh ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena jenis kerajinan batik yang disediakan beraneka ragam. Mulai dari kemeja batik pria, kemeja wanita, sandal bermotif batik, aneka tas batik, souvenir, dan juga kerajinan dari kayu serta patung bermotif Batik Galuh. Pengunjung juga dapat berfoto-foto dengan latar belakang batik galuh.
Bagi wisatawan pecinta batik, tentunya akan puas memilih koleksi yang disediakan, serta didukung oleh para pelayan yang ramah dan professional. Areal parkir yang disediakan cukup luas dan tidak akan mengganggu lalu lintas jalan raya jika Batik Galuh ramai dikunjungi wisatawan. Tempat ini juga satu jalur dengan pusat kerajinan emas dan perak di Deca Celuk, dan pusat oleh-oleh khas Bali yaitu pasar Sukawati, Gianyar Bali.
Jika anda ingin berkunjung ke ke tempat wisata ini anda dapat menggunakan jasa Bali sewa mobil kami, yang kami sediakan untuk anda, baik penyewaan mobil dengan supir atau tanpa supir. Kami menyedikan Bali rent car dengan harga murah dan sewa mobil mewah di Bali. Selain pelayanan sewa mobil Bali, kami juga menyediakan jasa Bali tour murah, yang salah satu dari jadwal paket liburan adalah mengunjungi batik Galuh.
Jika anda memerlukan petunjuk arah untuk menuju lokasi batik Galuh, anda dapat menggunakan peta di bawah dengan cara mengklik link di bawah peta yang bertuliskan “Lihat Peta Lebih Besar”.

Pertenunan Batik Galuh berdiri pertama kali pada tahun 1976 oleh Bapak Pande Ketut Krisna. Dibantu saudara-saudaranya, pertenunan batik ini dikerjakan dengan alat tenun bukan mesin, pada awal berdirinya sebanyak 5 buah alat tenun. Namun seiring dengan perkembangan produksi batik, kini alat tersebut sudah bertambah menjadi  32 buah.

Jadi, kalau anda sedang menikmati wisata di Bali bersama pasangan, keluarga maupun sahabat dekat, jangan lupa untuk mampir di Desa Batubulan untuk membeli batik khas Bali yang bisa dijadikan oleh - oleh dan kenang - kenangan setelah sampai di kota asal.

Selamat Berkunjung!

Selasa, 08 Januari 2013

Oleh - Oleh Topeng Khas Bali

Bali terkenal bukan hanya karena keindahan alamnya saja. Karena di luar negeri banyak terdapat tempat indah yang bisa menyaingi keindahan alam di Bali tetapi yang membuat wisata Bali terkenal hingga manca negara sehingga di Bali dijuluki "The Last Paradise" oleh turist asing itu karena seni yang diciptakan oleh masyarakat Bali sangat luar biasa serta keramahtamahan masyarakat Bali dalam menerima kedatangan para wisatawan. Berbicara seni di Bali hampir tidak bisa dihitung karena terlalu banyak. Dan salah satu karya seni yang yang bisa dibawa pulang ke kampung halaman untuk dijadikan oleh - oleh adalah karya seni topeng. Banyak jenis topeng yang ada di pasaran yang bisa dibeli oleh para wisatawan yang datang ke Bali.

Topeng-topeng karya Kakek I Wayan Tangguh banyak diminati kolektor karena terkenal sangat khas. Kake Wayang tidak tiba-tiba terkenal sebagai ahli seni topeng Bali .
Ia bekerja telah bekerja keras menekunni dunia topeng Bali dalam waktu yang cukup lama. Sebelum menjadi seniman, Kakek wayan berguru pada Tjokorda Oka Tublan, seniman hebat dari bangsawan Bali.
Ketika pengalaman belajar sudah cukup, baru kakek Wayan belajar membuat topeng sendiri yang dimulai pada tahun 1947.
Selain mengukir topeng, Kakek wayang juga membuat berbagai ukiran dan hiasan, termasuk barong.
Karya Kakek Wayan menjadi populer karena berkualitas bagus. Untuk pesanan khusus, Kakek Wayan tidak mau menggunakan kayu sembarangan.
Ia memilih kayu dari pohon pule. Kayu ini banyak digunakan untuk membuat topeng untuk upacara-upacara adat Bali.
Ini dia, salah satu topeng buatan Kakek Wayan.
Kakek Wayan juga ahli mengolah bahan pewarna alam khas Bali.
Bahan alami yang digunakan misalnya, kincu untuk warna merah tua, tulang untuk warna putih, atal untuk warna kuning, muruh leked untuk warna biru, pere dan deluga untuk warna cokelat.
Pewarna alami ini disebut juga warna Bali dan bisa membuat lebih terlihat indah.
Namun, pewarna ini semakin langka karena itu Kakek wayan menggunakan bahan pewarna buatan pabrik untuk topeng-topeng biasa.
Kakek Wayan adalah seniman yang memiliki peran besar dalam melestarikan seni tradisional Bali. Ia banyak mendapat penghargaan dari pemerintah.
Tak heran karyanya pun dinilai dengan harga yang tinggi.
Wisatawan Afrika semakin banyak datang berlibur ke Pulau Dewata dan mereka tentu sempat menyaksikan seni budaya masyarakat setempat sehingga tertarik membuat bangunan yang tidak jauh beda dengan yang ada di Bali.

Patung hasil karya seniman Bali semakin menyebar ke pasaran macanegara, terutama ke AS, Eropa, dan Asia lainnya sehingga pengapalannya bertambah terus termasuk perolehan devisanya.
Pematung Bali kreatif berkreasi membuat benda seni dalam memenuhi permintaan konsumen luar negeri seperti patung Budha dari batu padas dibuat oleh pengrajin di Desa Silakarang 15 Km timur laut Denpasar.
Pesanan berbagai jenis patung dan topeng dari batu padas semakin sebanyak dari mitra kerjanya di luar negeri dan perajin mampu memenuhinya tepat waktu dan jumlah sehingga perolehan devisa bertambah banyak.
Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di tempat terpisah membenarkan perdagangan luar negeri khususnya aneka jenis ukiran dan patung batu padas meningkat terus.
Nilai ekspor khusus kerajinan batu padas Bali mengalami kenaikan 40 persen menjadi seharga 14,3 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2010 jika dibandingkan periode sama 2009 hanya 10,2 juta dolar.  



Kesenian yang ada di Bali, baik itu seni tari, seni lukis, seni patung, seni topeng maupun karya seni yang lainnya yang mampu menarik wisatawan manca negara untuk mengunjungi Bali. Jadi, kita sedang berkunjung ke Bali jangan lupa mengunjungi pusat seni yaitu Gianyar. anda akan banyak menemukan banyak kesenian terutama patung - patung di sepanjang jalan yang termasuk kabupaten Gianyar Bali 

Selamat Berkunjung!


Kamis, 03 Januari 2013

Oleh - Oleh Patung Khas Bali di Desa Mas

Membahas pulau Bali, seakan tak pernah habis mengenai tempat wisata di Bali. Salah satu tempat wisata yang favorit di Bali adalah Kawasan Ubud. Bagi wisatawan yang menyukai suasana pedesaan yang masih sangat alami berwisata ke Ubud bisa menjadi salah satu rekomendasi selama menikmati liburan di Bali. Salah satu Desa yang termasuk dalam Kecamatan Ubud adalah  Desa Mas yang merupakan salah satu obyek wisata di Bali, desa ini sudah terkenal sejak jaman dahulu sampai sekarang, karena kesenian, seni ukir patung kayu, keterkenalan ini tak lepas dari kebesaran nama beberapa maistro yang lahir, dibesarkan, menemukan jatidiri dan memiliki bakat dalam berkarya seni ukir patung kayu.
Letaknya  sangat strategis, yaitu pada jalur pariwisata, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Berjarak kira – kira 20 km dari arahDenpasar. Di sepanjang jalan Desa Mas telah berkembang art shop-art shop yang berfungsi sebagai pemasaran produksi patung dan bahkan menampung tenaga kerja sebagai pemahat, pematung dan pengukir. Desa ini memiliki ciri khas dalam seni ukir patung kayu yang mengedepankan sinergi ciri humanisme dan naturalisme.

Desa Mas ini sejatinya sudah terkenal sejak jaman dulu sampai saat ini karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, semisal kesenian dan seni ukir kayu. Beragam karya seni, khususnya patung yang telah dihasilkan para perajin di desa ini dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang mulai dari patung arca yang biasanya difungsikan untuk berbagai acara ritual dan persembahan masyarakat Hindu Bali, patung yang menjadi simbol sosial-kemasyarakatan warga Bali, serta patung yang merupakan hasil karya mengenai imajinasi yang cenderung abstrak serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.


Sejarah desa Mas berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit berkunjung ke Bali karena kehendaknya yang ingin mempertahankan agama Hindu setelah terdesak oleh Islam di Jawa. Pedanda Sakti Bawu Rauh merupakan nama sang Brahmana tersebut, yang selama di desa Mas banyak memberikan wejangan dan pelajaran di berbagai bidang semisal agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang bernama Mas Wilis.

Setelah semua ilmu dianggap berhasil dikuasai Mas Wilis, kemudian Pedanda Sakti Bawu Rauh mengadakan pendiksaan dan memberikan gelar Pangeran Manik Mas. Kemudian Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan berbagai macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Pedanda Sakti Bawu Rauh. Demikian pula dengan Pedanda Sakti yang kemudian menancapkan tongkat tinggi (pohon tangi) yang konon masih hidup sampai saat ini untuk memperingati kejadian tersebut. Pohon tersebut terletak di Pura Taman Pule Mas. Dan mulai saat itulah daerah tersebut diberi nama Desa Mas oleh beliau.
Selain terkenal dengan aneka macam kerajinannya, Desa Mas juga terletak dilokasi yang sangat strategis sehingga tak mengherankan jika desa ini seringkali dijadikan tujuan wisata di daerah Gianyar. Maka lengkap sudah desa Mas sebagai surga wisata kerajinan khas masyarakat sekitar, keindahan alam, serta kental dengan nilai sejarahnya.
Mas setiap hari dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk melihat dan membeli hasil industri kerajinan masyarakat Desa Mas.

Jadi, bagi wisatawan yang menyukai kesenian yang ada di Bali khususnya seni Patung, wajib berkunjung ke Desa Mas untuk melihat patung hasil karya seniman Bali maupun membeli patung - patung tersebut untuk dibawa ke kampung halaman sebagai oleh - oleh dari Bali. Jangan pernah dilewatkan untuk berkunjung ke Ubud ya!

Selamat Berkunjung!






Senin, 24 Desember 2012

Berbelanja Oleh - Oleh Khas Bali di Rama Shinta

Keindahan alam di Bali yang masih tergolong sangat alami mampu mengundang jutaan wisatawan setiap harinya untuk menikmati wisata di Bali. Keindahan alam yang sangat memukau ditambah lagi dengan fasilitas wisata pendukung yang sangat lengkap mebuat wisatawan betah menikmati liburan di Bali. Tidak hanya itu, masyarakat Bali adalah masyarakat yang memegang teguh kebudayaan daerahnya. Kemampuannya melestarikan Budaya menjadi kekuatan yang senantiasa menarik Wisatawan untuk berkunjung. Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu bentuk kepedualian Masyarakat Bali terhadap budayanya ditunjukkan dengan berbagai bentuk kerajinan yang mereka ciptakan. Selalu ada kesan etnik dalam setiap produk yang dihasilkan. Ada Lukisan dengan berbagai motif dan media, Kerajinan Kayu, Kerajinan Mutiara, dan Lain Sebagainya.

Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta ini didirikan pada 29 Desember 2011 oleh H. Anang Eko Cahyono. Lokasinya berada di Jl Mahendradatta No. 9A Denpasar Bali. Tidak jauh dari terminal Ubung Denpasar. Berada dalam kota. Berikut ini informasinya.
Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta ini didirikan bukan hanya semata-mata bisnis, melainkan didasarkan untuk memudahkan wisatawan relegi ke Pulau Bali dalam rangka membeli oleh-oleh dengan harga terjangkau. Bahkan dijamin kehalalannya. Mengingat selama ini umat Islam yang sedang wisata ke Pulau Bali mengalami kesulitan untuk mendapatkan oleh-oleh yang halal untuk dimakan. Mengingat jumlah toko yang menjual oleh-oleh yang Islami jumlahnya masih sedikit.
Selain itu, dengan berdirinya Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta, paling tidak nantinya akan memberikan keringanan kepada para peziarah yang datang dari Pulau Bali. Karena oleh-oleh yang disediakan terjangkau oleh kemampuan keuangan para peziarah. Sebab oleh-oleh yang dijual tidak terlalu mahal.
“Ya, memang kami menyediakan oleh-oleh dan kerajinan yang bisa dibawa pulang kerumah setelah melakukan wisata religi. Oleh-olehnya dan kerajinan bukan hanya dari khas Bali juga berasal dari seluruh Nusantara,”ujar Erny Mardiana Operator Manager Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Rama Sinta Denpasar Bali.
Adapun oleh-oleh tersebut, berupa terasi, baju batik, makanan ringan berupa kacang super asin yang bebas kolesterol. Di mana kacang tersebut, cocok untuk anak remaja putrid yang ingin aura wajahnya bersinar dan cocok dengan ibu yang sedang menyusui. Karena digoreng tidak menggunakan minyak, melainkan dengan pasir laut.

Begitu banyak toko - toko di Bali yang menyediakan dan menjual kerajinan khas Bali yang bisa dijadikan oleh - oleh Para wisatawan dan salah satunya adalah Rama Shinta. Jadi jika anda berkunjung ke Bali tidak susah menemukan tempat untuk membeli oleh - oleh Khas Bali karena sudah banyak tersebar outlet - outlet yang menjual oleh - oleh khas Bali.

Selamat Berkunjung!

Selasa, 18 Desember 2012

Belanja Oleh - oleh Khas Bali di Cening Ayu

Mempunyai hobby jalan - jalan  tentunya tidak akan melewatkan untuk berlibur ke Pulau Seribu Pura. Pulau Bali ini sejak dulu hingga sekarang masih ramai dikunjungi oleh Para Wisatawan baik itu wisatawan asing maupun domestic. Mereka yang berkunjung ke Bali tidak hanya untuk keperluan untuk berlibur namun ada juga untuk berbisnis.

Sebagai lokasi wisata terkenal sampai ke mancanegara, tentunya Bali juga menyediakan oleh-oleh khas Bali yang bisa dibawa pulang oleh para pengunjungnya. Keragaman dan kekayaan adat-istiadat, budaya, tradisi, tak jarang menjadi sepercik ide bagi para pengrajin di Bali untuk kemudian mencipatakan benda-benda kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Sungguh segala apapun yang tersangkut dengan Bali bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan!

Cening Ayu merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk yang selama ini menjadi ciri khas Bali. Berbagai oleh-oleh bisa pengunjung dapatkan mulai dari cemilan, baju kaos, batik, kerudung. Adapun yang menjadi keunikan dan pembeda Cening Ayu dengan tempat penjualan oleh-oleh Bali lainnya yakni disini barang-barang yang dijual lebih fokus kepada kaos lukis yang secara konvensional kaos-kaos itu dilukis oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Bali.

Selain kaos terdapat kerudung yang dilukis juga. Bagi pengunjung datang ke tempat ini bisa menyaksikan secara langsung para seniman lukis tersebut melukis baju kaos dan kerudung, tinggal di siapkan motif apa yang senangi bagi yang ingin memesan. Jadi, Anda bisa dengan leluasa ikut terlibat dalam menunjang ide lukisan kaos yang ingin Anda miliki tersebut.

Cening Ayu didirikan oleh Nyoman Tilem Sumandra pada tahun 2008, untuk lebih berkesan dan mempunyai ciri khas tersendiri anaknya yang bernama Manik membuat terobosan dengan cara melukis di media baju kaos yang bisa dipesan dan disaksikan langsung cara pengerjaannya. Adapau fasilitas yang terdapat di Cening Ayu ini antara lain: tempat makan yang berada di lantai 2, toilet serta area parkir yang cukup luas.

Begitu lengkap fasilitas wisata yang tersedia di Pulau Bali dan Toko yang menjual oleh - oleh khas Bali sebagai pelengkap wisata Bali juga banyak tersebar di Bali salah satunya adalah Cening Ayu yang menjual berbagai oleh - oleh berupa pakain khas Bali. Jadi jangan pernah lewatkan untuk mengunjungi Outlet - outlet yang menjual khas Bali agar liburan anda menjadi berkesan dengan suatu kenang-kenangan khas Bali.

Selamat Berbelanja!